Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah dengan MudikPedia dari Komdigi

 

Teknologi AI seperti ChatGPT terus menjadi topik hangat di dunia kerja. Proses yang dulu memakan waktu lama, mulai dari menulis laporan, coding, hingga menjawab pertanyaan pelanggan, sekarang bisa diselesaikan dalam hitungan detik berkat kecerdasan buatan.

Meski begitu, AI bukan berarti menggantikan manusia. Data menunjukkan bahwa pekerjaan yang bersifat rutin memang menurun karena otomatisasi. Di Amerika Serikat, misalnya, posisi pemrograman turun sekitar 27% dalam dua tahun terakhir. Namun, para ahli menegaskan AI justru membuka peluang bagi manusia untuk fokus pada peran yang lebih kreatif dan strategis.

Sam Altman, CEO OpenAI, mengatakan, “ChatGPT dan teknologi AI lain dapat mengotomatisasi tugas, tapi belum bisa menggantikan kemampuan manusia dalam empati, kreativitas, dan pengambilan keputusan kompleks.” Jadi, masa depan bukan manusia versus AI, melainkan manusia dan AI yang bekerja sama.

Sebagai contoh di Indonesia, PT Padepokan Tujuh Sembilan, sebagai perusahaan IT Consultant yang berbasis di Bandung, yang berfokus pada solusi digital, pengembangan sistem, dan integrasi teknologi untuk berbagai sektor bisnis, turut mengambil peran dalam membantu dunia industri beradaptasi terhadap transformasi digital ini. Melalui pendekatan kolaboratif, perusahaan ini membantu klien meningkatkan produktivitas dan daya saing di era transformasi digital.

Menurut Tim Account Management PT Padepokan Tujuh Sembilan, mereka melihat AI sebagai asisten digital yang mempercepat proses kerja, sementara manusia tetap memegang peran penting dalam memberikan sentuhan personal dan strategi, seperti contoh melalui penerapan automasi workflow dan integrasi sistem open source seperti n8n, Padepokan 79 membantu berbagai perusahaan meningkatkan efisiensi tanpa menghilangkan nilai kemanusiaan.

Kolaborasi manusia dan teknologi adalah kunci masa depan. Organisasi yang bisa memanfaatkan AI bersama kekuatan manusia yang unik akan jadi pemenang di dunia kerja yang terus berubah.

Masa depan dunia kerja memang penuh tantangan, tapi juga sarat peluang. Kolaborasi manusia dan AI membuka jalan bagi cara kerja yang lebih cerdas dan kreatif. Laporan IMF juga mengingatkan pentingnya adaptasi, pelatihan ulang, dan penguatan literasi digital agar tenaga kerja tetap relevan di era otomatisasi.

streaming

katergori Info​

top news

News Flash
Sunday, 08 March 2026

event

Info Trending

Mudik Lebaran 2026 Lebih Mudah..

News Flash
Saturday, 14 March 2026

Perayaan HUT ke-74 KOI, Menpora Erick Ajak..

Sport Corner
Sunday, 15 March 2026